Ini Kata Ketua BEM FH Unmas Denpasar Terkait Pendidikan Daring

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif – Dampak pandemi tidak hanya melanda aspek kesehatan, melainkan di semua aspek kehidupan. Memaksa manusia harus berinovasi dan berkreasi dalam bertahan di tengah wabah.

I Gede Feri Kardiana Mahasiswa semester lima sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar mengatakan, kondisi saat ini memang manusia harus kreatif. Yang tadinya pendidikan tatap muka, sekarang beralih ke daring.

Namun menurutnya hal tersebut masih jauh dari kata maksimal. Karena penyampaian materi dari Dosen ke Mahasiswa menjadi tidak optimal.

“Setiap wilayah kan berbeda dalam menerima signal internet. Itulah kadang jika pas kita di lokasi low signal, maka kegiatan belajar mengajar jadi terhambat bang,” ujarnya saat ditemui di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Senin (23/11).

Terlebih, sering juga terjadi mis komunikasi antar Dosen dan Mahasiswanya.

“Dosen menjelaskan apa, mahasiswa menerima apa,” terangnya.

Feri berharap agar situasi dan kondisi seperti ini segera berlalu. Sehingga semua kegiatan bisa kembali seperti sedia kala.

“Paling tidak kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan pola hidup bersih. Intinya kita mulai dari diri kita sendiri,” tegasnya.

Disinggung perihal kegiatan Lawfest ke-8, Feri menyampaikan kegiatan sudah 80 % berjalan. Dan semua sudah dilaksanakan dengan daring pula.

“Untuk pengumuman pemenangnya tanggal 5 Desember melalui grup WA peserta. Dan acara puncak penutupan tanggal 12-nya,” pungkasnya.(*)