BI gelar Survey Bicara Dorong Kinerja UMKM

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif – Hasil survei berperan sebagai leading indikator penyusunan perkiraan perkembangan perekonomian ke depan sebagai masukan kebijakan bagi kantor pusat dalam menentukan arah perekonomian nasional.

Hal ini disampaikan Rizki Ernadi Wimanda selaku Deputi Kepala KPwBI Provinsi Bali dalam mengawali sambutannya di acara Survey Bicara (SURYA) ke-7 dengan narasumber para pemuda yang telah berkonstribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembangnya perekonomian di Indonesia khususnya UMKM, Kamis (26/11).

“Selama ini Bank Indonesia secara rutin maupun insidentil melaksanakan survei di Provinsi Bali,” tegas Rizki.

Menurutnya, terselenggaranya survei-survei ini guna memperkuat masukan atau rekomendasi Bank Indonesia di daerah sebagai mitra strategis Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pembangunan ekonomi provinsi Bali.

Sementara, Bima Laga Ketua Umum IdEA (Indonesia E-Commerce Association) memberikan materi Strategi Pemasaran Melalui E-Commerce.

“Mengapa UMKM perlu Go online?”, menurutnya transformasi UMKM digital baru sekitar 12% perlu optimalisasi menyebarkan manfaat dengan mendorong pelaku UMKM dari offline menjadi online agar dapat memperluas jangkauan pemasarannya.

“Selain itu pelaku UMKM akan teregistrasi di marketplace dan dapat meningkatkan jangkauan pasar Internasional,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan, masih banyak UMKM yang gaptek dan tidak melek digital, dari 59,2 juta UMKM di Indonesia baru 8 juta yang Go Digital, sehinga ia memberi motivasi agar UMKM segera Go online.

Landing page di setiap market place yang diisi 100 % produk dalam negeri merupakan upaya Idea bersama Pemerintah guna menggencarkan gerakan Bangga Buatan Indonesia.

“Berikan layanan terbaik pada pelanggan dan tingkatkan loyalitas pelanggan anda. Jaga kualitas Produk, berikan harga kompetitif dan jangan lupa merespon pelanggan dengan ramah, cepat & helpful serta beri layanan pengiriman cepat dan packing yang baik”, tutup Bima Laga.

Andi Taufan Garuda Putra salah satu narasumber dari Amartha menjelaskan, perusahaanya menghubungkan antara UMKM yang butuh injeksi permodalan dengan pemilik modal atau perbankan.

Amartha khusus memberikan platform pelayanan peer to peer landing dengan memberi akses permodalan kepada pengusaha UMKM yang tidak bisa mendapatkan akses atau terbatas terhadap layanan keuangan formal.

Narasumber terakhir dalam Surya adalah Anak Agung Gede Agung Wedhatama, Founder Petani Muda KEREN.

Ditegaskannya menjadi petani muda itu keren. Menurutnya Petani muda keren adalah kumpulan para petani dalam menggeliatkan sektor pertanian yang tergabung dalam Komunitas Petani Muda Keren.

Dalam kesempatan tersebut ia mengajak pemuda Bali untuk menjaga Bali dengan menanam, dengan menanam sebenarnya kita telah berperan menjaga air Bali.

“Bukan ada air maka ada pohon, melainkan ada pohonlah maka ada air,” pungkasnya.(*)