Gemintang Tayang Perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Roci Marciano

Gresik, Porosinformatif – Gemintang produksi Gresik Movie akan tayang perdana dalam pagelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival di Yogyakarta. Bertajuk “Launching Fasilitasi Film Berbahasa Daerah”, Fasilitasi Ide Sinema Kreatif (FESTIF) digelar oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan SALAKA.Credu dan didukung Indonesian Film Community Network (IFCN).

Ada 20 kota di Indonesia yang filmnya masuk pada program ini, dan Gresik menjadi salah satunya kata Irfan pada porosinformatif.com.

Menurut Irfan, sebelumnya film-film tersebut masih harus melalui proses kurasi proposal, setelah itu baru bisa tayang dalam festival.

Fasilitasi Ide Sinema Kreatif (FESTIF) sendiri bertujuan memberikan ruang dan apresiasi kepada pelaku perfilman dalam
mengekspresikan diri di tengah pandemi.

Mengusung tema ‘ISOLASI’ – Keterasingan Fasilitasi ini menjadi wadah yang berperan untuk meningkatkan daya saing komunitas melalui film berbahasa daerah.

“Para peserta Festif datang dengan ide yang khas dari daerahnya dan perspektifnya menarik,” tutur Lita Manajer Program Festif.

Sejurus dengan pernyataan itu, Yurico Abi dari Indonesian Film Community Network menambahkan, film-film Festif yang diproduksi tidak sekadar menjadi portofolio komunitas.

“Harapannya komunitas bisa bergerak lagi di sub sektor ekonomi kreatif dan mengantarkan tidak pada ranah kompetisi saja namun bisa dalam peningkatan SDM,” tandasnya.

FESTIF diluncurkan di 15th JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) ‘Kinetic’ pada Jum’at (27/11) di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta.

Adapun pelaksanaan JAFF digelar sejak tanggal 25-29 November 2020, memutar 57 film panjang dan 72 film pendek dari 29 negara se-asia pasifik.

Dalam rangkaian festival, film Gemintang (Gresik Movie) diputar bersama Film Rundag dari Tegal (Sinema Pantura), kemudian didiskusikan bersama Litani Tesalonika (Manajer Program Festif), Jaka Romadon (Sutradara Film Rundag), dan Irfan Akbar Prawiro (Sutradara Film Gemintang).

Ketika ditanya tentang responnya terhadap film Gemintang, Reza Fahriansyah Program Director JAFF menyatakan, dirinya sangat suka dengan konsep dan model penggarapannya.

“Selain film ini membicarakan tentang kota, film ini (Gemintang) berhasil membuat perspektif anak-anak menjadi hal yang sangat penting. Kita bisa melihat kota Gresik menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Real dan kontekstual,” ungkapnya.

Untuk diketahui, film Gemintang memang menceritakan tentang dua orang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk menggambar bintang.

Namun kesulitan, sebab ketika ingin melihat bentuknya, langit di Gresik sedang dirundung mendung ketika malam. Film ini diperankan oleh M. Baidlowie Azhari (Budi) dan Qaireen Khansa (Kejora).(*)