Membaca Jawa Timur Melalui Film Pendek

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Roci Marciano

Gresik, Porosinformatif – Upaya membangkitkan dunia perfilman Jawa Timur, Dewan Kesenian Jawa Timur menggelar Jatim Art Forum yang bekerjasama dengan Gresik Movie dan Gresiknesia sebagai tuan rumah, Jum’at (4/11) tadi malam.

Bertajuk ‘Membaca Jawa Timur melalui Film Pendek’ acara digelar dengan nonton bareng pemutaran film berjudul Asih, Oma Njero serta Hari Pertama Masuk Sekolah.

Sanove Fadzar Ketua Gresik Movie mengungkapkan, dirinya merasa senang dan bangga dengan antusiasme para penonton yang rela datang jauh-jauh dan menyaksikan acara hingga usai.

“Seperti tidak ada misbar (gerimis bubar) di sini. Banyak penonton tetap bertahan duduk meski hujan turun. Dan akhirnya diskusi dilanjutkan di dalam ruangan. Itu sungguh luar biasa,” tuturnya.

Terpantau ratusan penonton yang memenuhi pelataran Gresiknesia berasal dari beberapa daerah seperti Malang, Sidoarjo, Surabaya dan tentu saja Gresik. Membuat Sanove merasa terhormat.

“Saya merasa terhormat sebab komunitas Gresik Movie dipercaya menjadi tuan rumah dalam ajang yang digelar Dewan Kesenian Jawa Timur inj,” ungkapnya.

Pasca pemutaran film, acara dilanjut diskusi bersama para pengkarya di balik produksi. Di antaranya adalah Heru Purwanto dari Surabaya (Film Asih), Novin Wibowo dari Malang (Film Hari Pertama Masuk Sekolah) dan Gelora Yudhas dari Ponorogo (Film Oma Njero).

“Komunitas Film dan Kota” merupakan tajuk diskusi yang dipandu Syska Liana sebagai moderator.

Sementara, Syarif Wajabae dari Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur mengatakan, Jatim Art Forum bidang film tahun ini berjalan lancar.

Menurutnya hal ini bisa terwujud atas kerjasama baik dari jajaran pengurus DKJT, Sineas Penyaji, Penonton, maupun tuan rumah.

“Diskusi yang hangat dan terasa sekali rasa kekeluargaannya. Beberapa ide menarik, juga usulan-usulan kami tampung dan catat. Bahkan ada juga beberapa kawan Sineas yang siap untuk saling kolaborasi. Dan kami (Dewan Kesenian Jawa Timur) sebisa mungkin terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Jatim Art Forum adalah acara rutin tahunan yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur dengan menyuguhkan enam bidang seni di antaranya: Tari, Musik, Teater, Sastra, Seni Rupa dan Film yang digelar sejak 29 November hingga 6 Desember 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Jatim Art Forum kali ini disebar penyelenggaraannya di beberapa kota Jawa Timur diantaranya Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Lamongan.

“Malam ini kami sungguh merasakan energi positif. Semoga semangat dan kekeluargaan ini senantiasa terjaga untuk kemajuan perfilman di Jawa Timur,” tutup Syarif WB.(*)