Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar Dorong Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis AI melalui Kolaborasi Indonesia-Filipina

Gianyar, Porosinformatif| Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kerja Sama Luar Negeri bersama University of Cagayan Valley, Filipina, pada Kamis (11/6). Kegiatan ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) ke dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui pendekatan task-based learning.

Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing melalui Task-Based Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan” ini ditujukan kepada guru-guru bahasa Inggris tingkat sekolah menengah pertama di Kabupaten Gianyar, Bali, yang berasal dari SMP Negeri 1 Blahbatuh, SMP Negeri 2 Blahbatuh, SMP Negeri Hindu 2 Sukawati, dan SMP Negeri 4 Sukawati.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam task-based language teaching guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Selain memberikan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pendampingan yang membantu para guru mengimplementasikan pembelajaran berbasis tugas yang bermakna dengan dukungan teknologi AI secara efektif, kreatif, dan etis di lingkungan kelas.

PkM Kerja Sama Luar Negeri ini merupakan salah satu program pengabdian unggulan yang berhasil diraih oleh Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. I Gde Putu Agus Pramerta, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan materi semata, tetapi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang autentik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.

“Pembelajaran bahasa Inggris perlu dirancang melalui aktivitas yang otentik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa. Di era AI saat ini, guru perlu mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berpusat pada siswa,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi, praktik, dan berbagi pengalaman pembelajaran di kelas masing-masing. Interaksi yang dinamis antara narasumber dan peserta menciptakan ruang kolaboratif untuk bertukar ide mengenai strategi pemanfaatan AI dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih inovatif.

Para peserta juga memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan wawasan dan pengalaman baru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas pembelajaran. Menurut mereka, penggunaan AI dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran konvensional.

Melalui kegiatan ini, Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar berharap para guru semakin termotivasi untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi AI secara tepat, bermakna, dan bertanggung jawab. Selain meningkatkan kompetensi pedagogis guru, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar dalam memperkuat kolaborasi internasional dengan institusi pendidikan luar negeri guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang autentik, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan teknologi.

Kolaborasi antara Unmas Denpasar dan University of Cagayan Valley ini diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program akademik dan pengabdian kepada masyarakat lainnya, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendorong transformasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di era digital.***