Lolos Babak Penyisihan, Ini Harapan Pengurus dan Tokoh Masyarakat Padangtegal FC U17

Ubud, Porosinformatif| Tim Padangtegal FC U17 yang menjadi wakil Provinsi Bali dalam ajang Piala Soeratin Tingkat Nasional di Solo, Jawa Tengah berhasil lolos dari babak penyisihan.

Padangtegal FC U17 lolos setelah berhasil mengantongi 6 poin di 3 laga yang dilakoninya.

Ketua Harian PS Padangtegal, I Wayan Raka menyampaikan bahwa apapun yang terjadi, timnya akan tetap survive melakoni laga Piala Soeratin U17 Tingkat Nasional.

“Meskipun kami kewalahan karena di satu sisi kami juga menjadi tuan rumah Piala Soeratin U13 di homebase kami, seluruh jajaran sepakat akan menyelesaikan perjuangan hingga akhir,” ujarnya kepada Porosinformatif.com.

Senada dengan hal itu, Humas Padangtegal FC U17, I Nyoman Yudiyana juga sangat menyayangkan respon dari Pemprov Bali, Pemkab Gianyar, serta ASPROV PSSI Bali yang mana atas lolosnya Padangtegal FC U17 hingga berita ini diturunkan, belum ada dukungan materiil.

Yudiyana mengatakan, sebelum berangkat ke Solo, yang mana Waktu sangat mepet sekali, perwakilan timnya sudah diakomodir untuk menghadap Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga.

“Waktu itu hanya sebatas dukungan secara moril. Sedang saat ini, kami sudah berhasil lolos ke babak selanjutnya, yang tentunya kami pasti banyak membutuhkan dana,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Ida Bagus Dharma Yudha selaku Wakil Bandesa Adat Padangtegal bagian pemuda dan olahraga memberikan tanggapan atas tidak responnya stakeholder terkait dalam hal ini, Pemprov Bali, Pemkab Gianyar serta ASPROV PSSI Bali.

“Seperti kita ketahui, perjalanan tim Padangtegal FC U17 selama mengikuti turnamen Soeratin ini, memang total menggunakan dana desa dan para rekan donator. Setelah kami juara, dan berhak mewakili Bali, kami berharap ada dukungan dari beberapa pihak dan stekholder terkait,” ungkapnya.

“Dengan kami berpamitan dan minta doa restu, kami berharap akan mendapat dukungan mareriil. Jadi tidak hanya moral saja. Namun kenyataannya kami tidak mendapatkannya. Nah dengan kekuatan seadanya, kami bisa berangkat ke Solo. Namun di tengah perjuangan, kami lolos ke babak berikutnya sehingga akan menambah biaya yang harus kami keluarkan. Kami seperti kehabisan akal dalam situasi dilema ini. Kami akan tetap berjuang untuk bekal anak-anak agar bisa meneruskan perjuangan,” pungkasnya.***