Denpasar, Porosinformatif| Bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus puncak kegiatan Pekan QRIS Nasional Bali 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali resmi melaksanakan Experience QRIS Antar Negara (Cross Border) Outbond Indonesia–Jepang.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Nakano Eriko, secara langsung mencoba transaksi QRIS Cross Border menggunakan aplikasi mobile banking Bank BPD Bali.
Transaksi dilakukan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, dan Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa peluncuran QRIS Cross Border Indonesia–Jepang bertepatan dengan HUT ke-80 RI menjadi momentum penting dalam mendukung kemudahan transaksi lintas negara.
“Mulai sekarang, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang dapat melakukan transaksi pembayaran di merchant Jepang yang memiliki logo JPQR, cukup dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Dengan QRIS, wisatawan Indonesia tidak perlu lagi menukar uang tunai atau membawa banyak kartu. Belanja di Jepang kini lebih praktis, cepat, mudah, aman, dan genggam,” ujar Erwin.
Sementara itu, Wakil Konsulat Jenderal Jepang di Bali, Nakano Eriko, menyambut baik penerapan QRIS Cross Border. Menurutnya, inovasi ini akan memberikan efisiensi transaksi di seluruh negara bagi kedua belah pihak.
“Hingga kini, rata-rata kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang mencapai sekitar 500 ribu orang per tahun. Dengan adanya QRIS Cross Border, transaksi non tunai akan semakin mudah dilakukan. Kami juga mengapresiasi QRIS yang sudah lebih maju dibandingkan sistem pembayaran digital di negara lain,” jelas Nakano.
Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, menegaskan bahwa dukungan Bank Indonesia telah memperkuat posisi BPD Bali dalam ekosistem pembayaran digital.
“Saat ini Bank BPD Bali menjadi satu-satunya bank pembangunan daerah yang dapat memfasilitasi pembayaran melalui QRIS Cross Border. Kami siap berkolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan digitalisasi,” ujarnya.
Penggunaan QRIS di Bali sendiri terus berkembang pesat. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 996 ribu merchant dengan 1,1 juta pengguna aktif. Volume transaksi mencapai 64 juta dengan nilai Rp9,9 triliun, melampaui total nominal transaksi sepanjang tahun 2024 yang sebesar Rp7,4 triliun.
Implementasi Experience QRIS Cross Border Indonesia–Jepang ini sekaligus menjadi puncak rangkaian Pekan QRIS Nasional 2025 di Bali, seiring dengan peluncuran resmi di Jakarta.
Dalam rangkaian kegiatan di Bali, Bank Indonesia juga akan melanjutkan program literasi digital melalui berbagai acara seperti Buleleng Festival, QRIS Jelajah Budaya Indonesia, Baligivation x Balidigifest, dan kegiatan lainnya.
Program ini diharapkan mampu memperkuat semangat digitalisasi di Bali, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali menjadikan daerah ini sebagai Pulau Digital.***














