Tabanan, Porosinformatif| Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. Sebanyak 29 mahasiswa diterjunkan ke Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tahun 2025.
Mengusung tema “Membangun Desa Samsam Kabupaten Tabanan melalui Penguatan BUMDesa dan UMKM Berbasis Digital”, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara UMKM lokal, BUMDesa Wija Sari, dan lembaga pendukung lainnya diharapkan menciptakan akses yang lebih luas terhadap sumber daya, peluang usaha, serta jaringan pasar yang lebih baik.
Fokus pada Peningkatan Kapasitas Ekonomi Desa
Pada 9 Agustus 2025, Tim PMM Unmas Denpasar melaksanakan dua program utama:
1. Sosialisasi Manajemen Keuangan BUMDesa Wija Sari. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman pengurus BUMDesa terkait pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Tim PMM juga memperkenalkan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjamin kelancaran usaha BUMDesa.
2. Pelatihan Manajemen Keuangan bagi UMKM Desa SamsamTiga UMKM unggulan Desa Samsam: Camilan Cantik Gekka (kuliner camilan dan kue), Goes to Rach Topeng Bali (kerajinan topeng tradisional), dan Mong Ice (penjualan es krim) ikut serta dalam pelatihan ini.
Melalui sosialisasi, para pelaku UMKM mendapat pemahaman manajemen keuangan yang lebih baik sebagai fondasi usaha agar lebih profesional dan berdaya saing.
Selain itu, Tim PMM juga mengadakan pemasangan plang nama bagi BUMDesa Wija Sari serta ketiga mitra UMKM, guna memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha.

Sosialisasi Pemilahan Sampah di Br. Kutuh Kaja
Pada 10 Agustus 2025, Tim PMM Unmas Denpasar menggelar sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik di Balai Banjar Kutuh Kaja, Desa Samsam.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat, terutama ibu-ibu PKK. Bandesa Adat Kutuh Kaja dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah.
Narasumber menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik serta teknik pengolahan sederhana, seperti pembuatan kompos.
Di akhir acara, warga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dengan memulai pemilahan sampah dari rumah masing-masing.
Harapan dan Dukungan
Program PMM ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar, Pemerintah Desa Samsam, BUMDesa Wija Sari, UMKM Desa Samsam, serta masyarakat setempat.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Tim PMM Unmas Denpasar berharap BUMDesa Wija Sari dapat semakin kokoh sebagai pilar utama ekonomi desa, dan UMKM Desa Samsam menjadi lebih mandiri, maju, serta kompetitif di pasar digital.
Sosialisasi pemilahan sampah juga diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.***



















