Surabaya, Porosinformatif| Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS II menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi, inklusi, serta stabilitas sistem keuangan di wilayah Bali. Hal ini disampaikan dalam kegiatan kunjungan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan wartawan media Provinsi Bali.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, memaparkan tugas, fungsi, serta berbagai program strategi LPS yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, perbankan, dan dunia pendidikan. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa LPS terus mengedepankan peran sebagai risk minimer dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Dalam penjelasannya, LPS menyatakan bahwa seluruh bank di Indonesia—baik bank umum maupun BPR/BPRS—secara hukum wajib menjadi peserta penjaminan simpanan . Per 30 September 2025, terdapat 1.605 bank peserta, termasuk 105 bank umum dan 1.500 BPR/BPRS.
Dengan nilai penjaminan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank , LPS memastikan hampir seluruh rekening masyarakat di Bali terlindungi. Di Provinsi Bali, 99,88% rekening di bank umum dan 99,95% rekening BPR/BPRS dijamin penuh oleh LPS.
LPS juga mencatat peningkatan signifikan dalam kecepatan pembayaran klaim nasabah bank gagal. Tahun 2025, rata-rata pembayaran pertama dilakukan hanya dalam 5 hari kerja , lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 12–21 hari.
“Kecepatan ini merupakan bukti keseriusan LPS menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan,” terang Bambang.
Sejak LPS berdiri pada tahun 2005 hingga September 2025, LPS telah melikuidasi 146 bank, termasuk 1 bank umum. Sepanjang tahun 2025 saja, terdapat empat BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya oleh OJK dan tengah ditangani LPS.
Faktor utama penyebab bank bermasalah masih didominasi lemahnya tata kelola dan kompetensi SDM perbankan.
Program Literasi dan Inklusi Keuangan: Aktif Menyasar Kampus hingga Desa
KPW LPS II aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi di Bali sepanjang tahun 2025, antara lain:
- LPS Goes to Campus di STAHN Mpu Kuturan dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), melibatkan lebih dari 370 mahasiswa dan pelaku UMKM .
- Dialog Bank Perkreditan Rakyat , pelatihan penguatan kapasitas untuk 128 direksi BPR/BPRS se-Bali.
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 100 masyarakat adat dan pecalang Desa Bulian sebagai bagian dari program CSR.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan perbankan, penjaminan simpanan, dan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.
Sebagai bagian dari komitmen sosial, LPS ikut membangun Gedung Javanica Graha di Taman Wisata Edelweiss, Bromo, serta sejumlah program seperti rekonstruksi sekolah, donor darah, dan bantuan bahan pokok untuk masyarakat kurang mampu.
Seluruh kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang berkelanjutan dan memperkuat keberadaan LPS di tengah masyarakat.
Melalui paparan ini, Kantor Perwakilan LPS II menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan bukan hanya tanggung jawab industri perbankan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan.
“LPS akan terus memperkuat edukasi, kolaborasi, dan pelayanan publik untuk memastikan dana masyarakat tetap aman serta mendukung inklusi keuangan nasional,” tutup Bambang.***














