Melalui Bali Digital Festival 2022, Bank Indonesia sampaikan Kebijakan dan Strategi Sistem Pembayaran

Editor: Redaksi | Reportase: Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif | Gelaran Bali Digital Festival 2022 oleh Pemerintah Provinsi Bali merupakan perwujudan upaya yang bisa dikatakan sebagai trailblazer yang menyapu ranjau di segala sektor.

Hal ini diungkap Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta saat dirinya menjadi Keynote Speaker dalam acara Talkshow Navigasi Sistem Pembayaran untuk Optimalkan Ekonomi Keuangan Digital rangkaian acara Bali Digital Festival 2022 bertempat di Grand Inna Bali Beach Hotel Denpasar, Sabtu (9/4/2022).

Disebutkannya, even ini sangat bermanfaat bagi perkembangan digitalisasi di segala sektor dan juga merupakan refleksi komitmen yang mendorong proses transformasi digital.

Pihaknya mengatakan, dalam periode 2 tahun terakhir menjadi masa yang penuh tantangan dan bisa dikatakan sangat berdampak luar biasa terhadap kemanusiaan, ekonomi maupun keuangan di seluruh dunia.

“Meski demikian, tahun 2021 lalu diharapkan akan menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional, karena mulai digencarkannya upaya vaksinasi dan digitalisasi yang terakselerasi,” tegasnya.

Filianingsih yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran ini menyebut bahwa akselerasi digital ini terbukti menjadi game changer di tengah keterbatasan mobilitas sosial selama pandemi.

“Hal ini tampak dalam peningkatan penggunaan QRIS yang secara year on year sudah menunjukkan di angka 305% dengan nilai transaksi sebesar Rp. 4,51 Triliun,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, dalam digital payment pun juga menunjukkan angka yang tidak jauh dari penggunaan QRIS sebesar Rp. 3,375 Triliun.

“Dan itu artinya aktivitas perilaku pembayaran khususnya pada kanal dan instrumen berbasis digital telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan termasuk akseptasinya,” terang Filianingsih di akhir pemaparannya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho senada dengan apa yang disampaikan koleganya.

Dirinya menambahkan, Bank Indonesia akan terus melakukan sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan Industri dalam mendorong berbagai program percepatan dan perluasan elektronifikasi.

“Apa saja itu? Yaitu elektronifikasi bantuan sosial, elektronifikasi pemerintah daerah dan transportasi,” ujarnya seraya menambahkan dari semua target elektronifikasi selalu mengedepankan prinsip 3I (Integrasi, Interkoneksi, dan Interoperabilitas).

Di akhir sampaiannya, Trisno berharap Bali bisa menjadi role model dalam proses digitalisasi di semua sektor. Karena di tahun terakhir, berdasarkan data dari PT PEN dan DKSP menyatakan, Bali adalah provinsi yang memiliki perkembangan digitalisasi cukup pesat.

Hak ini tampak dari angka pertumbuhan pengguna dan penggunaan QRIS sudah lebih dari target 100%.

“119% (yoy) untuk jumlah merchant yang jika diangkakan sebesar 419.365 merchant. Untuk transaksi sudah di nominal 91 Miliard atau 389%. Sedang jumlah transaksi total sebesar 983.738 transaksi atau 387%,” tandasnya.(*)