Pengabdian Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Organik menjadi Eco Enzym di Desa Penarukan

Penulis:
Dr. Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja, S.E., M.M.

Sampah adalah salah satu masalah yang saat ini masih menjadi polemik. Jumlah dan jenis sampah semakin hari semakin bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi. Meskipun sampah merupakan salah satu permasalahan yang cukup besar tetapi sampai saat ini masih belum menemukan solusi dalam pengelolaan sampah.

Produksi sampah di Indonesia mencapai 67,8 juta ton setiap tahunnya dengan persentase 60% sampah organik dan 14% sampah plastik. Masalah sampah juga terjadi di Bali yaitu sampai akhir 2021 mencapai 915,5 ribu ton yang terdiri dari sampah organik maupun sampah anorganik.

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Mayoritas sampah organik diproduksi oleh sektor rumah tangga, seperti sisa makanan, sisa minuman, kertas, dan lain-lain.

Penumpukan sampah yang berkelanjutan akan mengancam kehidupan manusia. Dimana hal ini dapat meningkatkan gas rumah kaca, yaitu gas metana. Gas metana yang dihasilkan dapat meningkatkan suhu bumi yang dapat memperburuk perubahan iklim dan pemanasan global.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar melakukan Pengabdian Masyarakat kepada Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan yang mengusung 4 (empat) tema utama yaitu Proyek kemanusiaan, membangun desa, kegiatan kewirasuhaan, dan kegiatan pengajaran.

Kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tujuan dapat mendekatkan diri kepada masyarakat dan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang terdapat di masyarakat.

Pengabdian masyarakat salah satunya dilakukan dengan pemberian edukasi dan pelatihan daur ulang sampah organik menjadi Eco Enzym. Pada kesempatan ini, Bapak Dr. Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. dipercaya sebagai narasumber didampingi oleh ibu Dr. Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja, S.E., M.M. sebagai Dosen Pembimbing lapangan.

Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat seperti Perbekel Desa Penarukan, Kepala Lingkungan Desa Penarukan, Ketua LPD Desa Penarukan, Pekaseh Subak Desa, Ibu-ibu PKK Desa penarukan.

Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat mulai mengetahui tentang pengelolaan sampah organik dan diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah yang ada TPA serta memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat.

Baca juga:
Pola Perilaku Konsumen Berubah, Ini Upaya Mahasiswa Unmas Denpasar dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat

Selain itu, program kerja pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Penarukan oleh Mahasiswa seperti pemasangan papan akrilik di pura, membantu proses posyandu dan pelayanan masyarakat lanjut usia, melakukan pengajaran bahasa inggris di SD, pengenalan dan penanaman taman obat, membantu usaha pembuatan kripik, membantu UKM Kebaya dan lain sebagainya.

Semoga dengan adanya kegiatan pengabdian ini, masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam menghadapi permasalahan sampah yang saat ini masih belum menemukan titik terang. Dan kami sangat berharap pengelolaan sampah dapat dimulai dari Desa Penarukan.(*/Opini)