Membangun Jiwa Kepemimpinan Mandiri, SMPN 2 Tarik Selenggarakan LDKP untuk Siswa Kelas VII di Pacet

Pacet, Porosinformatif| Upaya serius dalam membentuk karakter siswa yang disiplin dan mandiri ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tarik, Sidoarjo. Sebanyak delapan kelas siswa baru (kelas VII) tahun ajaran 2025-2026 mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Peserta Didik (LDKP) selama dua hari penuh, 8-9 Desember 2025, di kawasan outbound Pacet Mini Park (PMP), Mojokerto.

Mengangkat tema krusial “Manajemen Waktu dan Kemandirian”, kegiatan outdoor ini difokuskan sebagai wadah pengembangan kemampuan non-akademik yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Kepala SMPN 2 Tarik, Fanti Agustina, menekankan bahwa LDKP adalah sarana vital untuk meningkatkan interaksi sosial dan kemampuan tolong-menolong di antara siswa.

“Pembelajaran di luar ruangan merupakan kegiatan fundamental untuk mengasah kemampuan siswa di luar aspek akademik. Di sini, mereka belajar berinteraksi, berkolaborasi, dan menerapkan nilai-nilai manajemen waktu serta kemandirian melalui serangkaian tantangan yang telah disiapkan,” jelas Fanti Agustina.

Fokus pada Soft Skill dan Kolaborasi Profesional

LDKS ini dirancang secara intensif dengan serangkaian simulasi dan permainan luar ruangan yang menuntut setiap siswa membuat keputusan cepat, memprioritaskan tugas, serta membangun komunikasi yang efektif. Pihak sekolah menggandeng instruktur-instruktur outbound kompeten dari Pacet Mini Park (PMP) untuk memastikan tujuan pembentukan karakter tercapai.

“Kami berkolaborasi erat dengan mitra profesional PMP untuk memastikan kegiatan ini menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kemandirian yang kuat pada siswa sejak dini,” tambah Bu Fanti, mengenai sinergi antara kurikulum sekolah dan pelaksanaan di lapangan.

Salah satu peserta, Ayun dari kelas VII/8, menyambut positif LDKP yang berbasis kerja tim.
“Saya sangat senang karena banyak sekali materi yang menuntut kerja tim yang kompak. Mulai dari permainan outbound di lapangan sampai puncak kegiatan, yaitu pementasan seni. Ini benar-benar membuat kami harus kompak dan saling bantu,” ujar Ayun, menunjukkan antusiasme siswa terhadap metode pembelajaran non-tradisional ini.

LDKP SMPN 2 Tarik diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi fondasi kuat bagi siswa dalam menghadapi tantangan hidup, baik di lingkungan sekolah maupun saat terjun ke masyarakat.***