FKLJK Provinsi Bali Gelar Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan: Dorong Ekonomi UMKM dan Sambut Hari Raya

Denpasar, Porosinformatif| Menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali menggelar kegiatan Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Berlokasi strategis di sisi utara lapangan, tepatnya di depan Kantor Gubernur Bali, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kestabilan harga dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Pulau Dewata. Acara dihadiri oleh Sekda Provinsi Bali; Dewa Made Indra, Direktur PEPK OJK Provinsi Bali; Irhamsyah, Ketua FKLJK Provinsi Bali ; Nyoman Sudharma, dan pimpinan anggota FKLJK Provinsi Bali.

Pasar Murah ini menghadirkan 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Kegiatan ini juga dihadiri oleh pegawai OJK, Pemerintah Provinsi Bali, FKLJK Provinsi Bali serta masyarakat umum yang antusias berbelanja kebutuhan pokok dan hari raya dengan harga terjangkau.

Dalam rangka mensosialisasikan kontak OJK 157 kepada masyarakat, kegiatan ini juga menyediakan canang, sarana upacara umat Hindu di Hari Raya Galungan, untuk dibeli masyarakat dengan harga Rp157 sebagai simbol layanan “Kontak 157”, termasuk edukasi transaksi digital melalui QRIS. Dengan pembayaran Rp157 melalui QRIS tersebut, masyarakat mendapatkan canang sebagai sarana upacara dengan harga yang sangat murah karena telah disubsisi oleh FKLJK Provinsi Bali. Angka 157 memiliki makna khusus dimana 157 dibaca ‘satu layanan untuk Indonesia maju’. Ini merupakan nomor kontak pengaduan dan informasi OJK yang kini melayani konsumen industri jasa keuangan dan masyarakat secara 24 jam. 15 ribu canang yang dijual pada saat Pekenan ini langsung habis dalam 1 jam saja.

FKLJK Provinsi Bali senantiasa berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Melalui pasar murah ini, sinergi antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha diharapkan semakin solid dalam memajukan perekonomian Bali. Melalui langkah ini, OJK berharap UMKM di Bali akan semakin dikenal di masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional.***