Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNMAS Denpasar Gelar Workshop Deep Learning Berbasis Kearifan Lokal Bali di SMPN 9 Denpasar

Denpasar, Porosinformatif| Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa workshop bertema “Deep Learning untuk Pendidikan Berkelanjutan melalui Kearifan Lokal Bali” di SMP Negeri 9 Denpasar pada tanggal 5 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para guru SMPN 9 Denpasar sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Workshop ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning) bagi peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami, merefleksikan, dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Dalam kegiatan workshop, para peserta diperkenalkan pada konsep pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful sebagai karakteristik utama deep learning. Selain itu, peserta juga diajak mengeksplorasi potensi budaya lokal Bali sebagai sumber belajar yang relevan dan kontekstual dalam pembelajaran di sekolah.

Materi workshop menyoroti berbagai kearifan lokal Bali yang berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan dan pendidikan berkelanjutan, seperti tradisi Tumpek Uduh, Tumpek Kandang, Nyepi, serta filosofi Tri Hita Karana. Tradisi tersebut dipandang memiliki nilai edukatif yang dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik.

Pada sesi mengenai Tumpek Uduh, peserta mendiskusikan pentingnya penghormatan terhadap tumbuhan dan kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Sementara itu, materi Tumpek Kandang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Dalam sesi Nyepi, guru diajak merefleksikan dampak positif pengurangan aktivitas manusia terhadap lingkungan serta relevansinya dengan gaya hidup berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, refleksi, studi kasus, dan praktik penyusunan rancangan pembelajaran berbasis budaya Bali. Para guru juga dilatih merancang aktivitas pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kesadaran lingkungan, kolaborasi, dan refleksi diri peserta didik.

Prof. Dr. Wayan Maba selaku pemateri  menyampaikan bahwa integrasi budaya lokal Bali dalam pembelajaran memiliki peran penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.

“Budaya Bali memiliki nilai-nilai luhur yang sangat dekat dengan konsep pendidikan berkelanjutan. Melalui workshop ini, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan terus terjalin dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang kontekstual, humanis, dan berkelanjutan di Bali.***