Denpasar, Porosinformatif| Merujuk surat pemberitahuan dari Asprov PSSI Bali dengan nomor 080/PSSI-Bali/VI-2025 tertanggal 1 Juli 2025 perihal penundaan jadwal kongres pemilihan menjadi tanda tanya di sejumlah kalangan pecinta sepak bola, salah satunya I Gusti Lanang Rai Buyana Putra, S.H.
Salah satu calon anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Bali 2025 ini menyampaikan terhadap dugaan sejumlah kejanggalan dalam proses pemilihan Komite Eksekutif Asprov PSSI Bali.
Ia menilai, berbagai keputusan yang diambil oleh pihak Asprov tidak sepenuhnya sejalan dengan Statuta dan Kode Pemilihan Komite Eksekutif Asprov PSSI Bali edisi 2024 yang telah disahkan dan disampaikan ke PSSI Pusat.
Menurutnya, terdapat pelanggaran yang dilakukan baik oleh calon petahana maupun oleh komite pemilihan dalam proses yang sedang berlangsung.
Padahal, seluruh mekanisme pemilihan sudah diatur secara rinci dalam dokumen Statuta dan Kode Pemilihan tersebut.
“Saya merasa miris melihat situasi ini. Dengan dalih penyesuaian Statuta dan AD/ART PSSI Pusat, Asprov justru mengajukan surat mohon arahan dan rekomendasi, yang menurut saya sangat tidak relevan. Karena jelas, semua ketentuan pemilihan harus mengacu dan menyetujui Statuta dan Kode Pemilihan Asprov PSSI Bali edisi 2024,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam Statuta maupun AD/ART PSSI Pusat tidak ditemukan satu pun pasal yang mengatur bahwa pemilihan di level Asprov harus dikendalikan oleh pusat.
Tidak ada pula ketentuan bahwa Statuta berlaku surut sejak tanggal ditetapkan.
“Terkait surat mohon Arahan, itu terasa berlebihan. PSSI Pusat pada dasarnya sudah memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan pemilu melalui rekomendasi yang disampaikan bersamaan dengan salinan Kode Pemilihan. Jadi, mengapa harus meminta rekomendasi lagi?” katanya menambahkan.
Sebagai tindak lanjut, ia berencana berkoordinasi dengan beberapa calon Komite Eksekutif lainnya untuk membahas situasi ini dan mendesak agar Kongres Pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Bali 2025 digelar pada bulan Agustus.
“Jika ada yang merasa tidak nyaman dengan pernyataan saya, silakan hubungi saya secara langsung. Saya siap berdialog demi transparansi dan keadilan dalam proses demokrasi ini,” tutupnya.****














