Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Gandeng ApotekKu Sosialisasikan Komunikasi Empatik untuk Meningkatkan Layanan Kefarmasian

Denpasar, Porosinformatif| Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bersama ApotekKu Group melaksanakan kegiatan Sosialisasi Teknik Komunikasi Empatik dan Penerapan Media Edukasi Pemberian Informasi Obat sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kefarmasian.

Ketua tim pengabdian, apt. Ni Putu Udayana Antari, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa paradigma pelayanan kefarmasian kini mengalami perubahan dari fokus produk menjadi fokus pada pasien. Perubahan ini menuntut tenaga kefarmasian memiliki kemampuan komunikasi yang lebih empatik, khususnya dalam menyampaikan informasi obat kepada pasien.

Kegiatan yang didukung hibah internal Farmasi Unmas Denpasar ini melibatkan mitra strategis ApotekKu Group yang memiliki jaringan apotek di Bali dan Lombok. Tim dosen yang terlibat antara lain apt. Fitria Megawati, S.Farm., M.Si., apt. Ni Putu Dewi Agustini, S.Farm., M.Farm., apt. Gusti Ayu Laksmi Puspa Sari, S.Farm., M.Farm., serta apt. I Putu Tangkas Suwantara, S.Farm., M.Farm., dengan dukungan mahasiswa.

Sosialisasi yang dilakukan secara berani melalui Zoom ini menghadirkan narasumber Dr. Mufti Nurlatifah, S.IP., MA, Dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM. Materi yang disampaikan pentingnya komunikasi empatik non-verbal serta penggunaan media edukasi yang sederhana dan mudah dipahami pasien.

Kegiatan diikuti 272 peserta terdiri atas apoteker, tenaga teknis kefarmasian, staf ApotekKu, serta mahasiswa. Dari 161 peserta yang mengisi pretest dan postest, hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai terendah meningkat dari 72 menjadi 86.

Selain sosialisasi, tim pengabdian juga menyerahkan media edukasi berupa kalender meja berisi infografis penggunaan obat. Media ini diharapkan dapat membantu tenaga kefarmasian berkomunikasi lebih jelas dan sistematis kepada pasien.

Pihak ApotekKu Group menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan di lapangan, sementara media edukasi yang disediakan menjadi inovasi praktis dalam pelayanan sehari-hari.

“Dengan adanya media edukasi dan pelatihan komunikasi empatik, tenaga kefarmasian dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi obat. Hal ini diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan kefarmasian, sekaligus kualitas hidup pasien,” ungkap apt. Ni Putu Udayana Antari.

Melalui kegiatan ini, Farmasi Unmas Denpasar sekaligus menghasilkan luaran berupa laporan kegiatan, publikasi media massa, dokumentasi video, serta integrasi hasil pengabdian ke dalam materi perkuliahan Inter Fakultas Professional Education (IPE).

Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra layanan kesehatan dalam mendorong peningkatan pengetahuan, profesionalisme, dan kualitas layanan kefarmasian secara berkesinambungan.***