Kedonganan, Porosinformatif| Legend Mitra Devata sukses menampilkan permainan luar biasa saat menjamu Udayana Muda dalam laga persahabatan yang berlangsung sengit.
Bertanding di Lapangan Penataran Agung Kedonganan, skuad Legend Mitra Devata berhasil bangkit dari ketertinggalan dan mengakhiri laga dengan kemenangan telak 4-1.

Pertandingan berjalan delapan menit ketika tim tamu, Udayana Muda, mencetak gol lebih dulu lewat kaki tajam Wawan, striker muda mereka yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Legend Mitra Devata.
Akselerasi overlap dari belakang, mampu menempatkan diri dan lepas dari pengawalan, Wawan dengan tendangan first-time mendatar yang tak mampu menjangkau kiper Ngurah Cech. Skor 0-1 membuat tensi pertandingan langsung meningkat.
Namun, Legend Mitra Devata tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Tepat di menit ke-11, Wayan Gangga Mudana, mantan gelandang Persija Jakarta yang dikenal dengan tendangan roketnya, tampil sebagai penyelamat.
Mendapatkan bola hasil umpan silang yang gagal dihalau dengan sempurna, Gangga melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti.
Bola sempat membentur pemain belakang lawan, dan melengkung ke pojok kiri atas gawang, membuat kiper Udayana Muda tak berkutik.
Gol spektakuler itu membakar semangat para pemain dan pendukung Legend Mitra Devata. Skorpun imbang 1-1.
Enam menit berselang, Legend Mitra Devata mendapatkan hadiah hadiah penalti setelah solorun RA12 dihalau di kotak terlarang.
Komang Mariawan, mantan pilar Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya, maju sebagai eksekutor.
Dengan penuh ketenangan, Mariawan mengarahkan bola ke sisi kiri atas gawang, mengecoh penjaga gawang lawan yang bergerak ke arah sebaliknya. Legend Mitra Devata unggul 2-1, dan stadion pun bergemuruh.
Babak pertama dan kedua dilalui dengan tempo tinggi, namun tanpa tambahan gol.
Perubahan besar terjadi di babak ketiga saat pelatih Legend Mitra Devata, Coach Made Mutram memasukkan dua pemain baru: Edi dan Bayuyusa.
Meski baru bergabung, keduanya langsung memberi dampak besar.
Menit ke-77, Edi menunjukkan kelasnya. Menerima bola dari tengah lapangan, ia melepaskan tembakan keras yang menukik tajam ke pojok kanan atas. Gol itu disambut meriah oleh para penonton yang mulai berdiri dari kursi.
Belum sempat Udayana Muda memperbaiki organisasi permainan, Legend Mitra Devata kembali menghukum mereka.
Kali ini giliran Bayuyusa yang mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-85.
Dengan gaya serupa seperti gol Edi, Bayuyusa melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, bola melesat deras dan kembali menggetarkan jaring. Skor 4-1 untuk Legend Mitra Devata.
Wasit meniup peluit panjang tanpa tambahan waktu, dan Legend Mitra Devata menutup laga dengan kemenangan yang dijanjikan.
“Ini kemenangan yang luar biasa. Kami memang sempat lengah di awal, tapi karakter tim ini kuat. Apalagi lawan yang kami hadapi adalah anak-anak muda. Namun para pemain senior seperti Gangga dan Mariawan menunjukkan kualitasnya, dan saya sangat bangga dengan kontribusi Edi dan Bayuyusa yang baru bergabung,” ujar Purwanto, Pendiri Legend Mitra Devata.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Legend Mitra Devata sedang membangun tim yang tidak hanya solid, tapi juga punya daya ledak tinggi.***

















