Denpasar, Porosinformatif| Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar, Ibu Dra. Desak Nyoman Budiningsih, M.Si, dkk., telah berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 1 Kuta Utara. Program PKM ini berfokus pada upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Adapun tema kegiatan PKM adalah “Edukasi Sanitasi Pangan : Identifikasi Kapang Kontaminan dan Strategi Higienitas Makanan”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai sanitasi pangan, bahaya kapang sebagai kontaminan makanan, serta langkah-langkah menjaga higienitas makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi tentang sanitasi pangan dan berbagai jenis kapang yang sering ditemukan pada makanan, seperti Aspergillus, Penicillium, dan Rhizopus. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi kapang, termasuk risiko keracunan makanan dan gangguan kesehatan lainnya.
Metode edukasi dilakukan melalui ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Dalam sesi demonstrasi, siswa diperlihatkan contoh makanan yang telah terkontaminasi kapang sehingga mereka dapat mengenali ciri-ciri makanan yang tidak layak konsumsi. Siswa mulai dibiasakan untuk menjadi detektif makanan dengan cara melihat tampilan visual, tekstur dan aroma makanan sebelum di konsumsi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai keamanan pangan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya belum memahami bahaya kapang kini mampu mengidentifikasi makanan yang terkontaminasi serta memahami pentingnya menjaga kebersihan makanan. Siswa juga semakin menyadari pentingnya kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan peralatan makan, dan menyimpan makanan dengan benar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya sanitasi pangan dapat terus meningkat. Edukasi yang dilakukan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap keamanan dan kualitas pangan yang dikonsumsi setiap hari.***


















