Gianyar, Porosinformatif| Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Bahasa Asing, Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Kali ini, fokus PKM adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan kerajinan, khususnya di Yan-Yan Silver yang berlokasi di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar.
Pelatihan yang telah dimulai sejak 10 Juni 2025 dan akan berlangsung selama satu semester ini melibatkan tiga orang dosen dan tiga orang mahasiswa dari Program Studi Sastra Jepang Unmas.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi kendala bahasa yang sering dihadapi karyawan Yan-Yan Silver, terutama dalam melayani wisatawan Jepang yang berkunjung untuk melihat-lihat maupun bertransaksi.
Fokus pada Senmon Yougo (Istilah Teknis) Perak
Berbeda dengan pelatihan bahasa Jepang umum, tim pengabdian Unmas memfokuskan materi pada pengajaran istilah teknis (senmon yougo) Bahasa Jepang dalam kerajinan perak.
Pilihan fokus ini didasarkan pada kebutuhan spesifik industri, di mana bahasa yang digunakan dalam menjelaskan proses pembuatan perak, alat, dan bahan berbeda dengan bahasa yang biasa digunakan pemandu wisata atau di dunia pendidikan.
Tujuannya adalah agar karyawan dapat memperkenalkan produk Yan-Yan Silver dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh pelanggan Jepang.
“Meskipun banyak wisatawan Jepang datang, kendala bahasa, terutama saat menjelaskan detail produk perak, sering menghambat proses transaksi. Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar I Wayan Wahyu Cipta Widiastika, S.S., M.Hum., Ketua PKM.
Kegiatan PKM ini juga istimewa karena melibatkan kerja sama dengan mitra luar negeri, yakni Shitennoji University, sebuah universitas swasta yang terletak di Prefektur Osaka, Jepang.
Keterlibatan mitra ini diharapkan dapat memperkaya materi dan metode pengajaran, sekaligus memperluas jaringan akademik dan industri.
Dengan adanya pelatihan intensif ini, diharapkan kualitas pelayanan Yan-Yan Silver terhadap wisatawan Jepang dapat meningkat secara signifikan, berimbas pada pengembangan penjualan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan karyawan serta masyarakat yang terlibat dalam industri kerajinan perak.
Antusiasme peserta pun terlihat tinggi. Setelah sesi pelatihan, para karyawan merasa senang, termotivasi, dan menyatakan keinginan untuk belajar Bahasa Jepang lebih lanjut.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, menjadikan Bahasa Jepang sebagai alat penting untuk mengembangkan bisnis kerajinan perak di Gianyar,” tuturnya.***


















