Denpasar, Porosinformatif| PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar menggelar kegiatan media gathering sebagai upaya mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi strategis bersama insan pers. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah diskusi terkait peran media dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan media. Menurutnya, media memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Tanpa dukungan media, upaya Pegadaian dalam memberikan edukasi dan layanan keuangan akan menjadi lebih berat.
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Saat ini, inklusi keuangan telah mencapai sekitar 80 persen, namun literasi masih berada di kisaran 50 persen. Kondisi ini membuat masyarakat rentan terhadap risiko seperti jeratan pinjaman online ilegal akibat kurangnya pemahaman terhadap produk keuangan.
“Di sinilah peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi yang benar, berbasis fakta, dan berimbang agar masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari gadai, pembiayaan mikro, hingga investasi emas. Selain itu, Pegadaian terus berupaya menjadi agen inklusi keuangan dengan membuka akses layanan seluas-luasnya, termasuk melalui inovasi digital.
Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (wilayah Bali-Nusra), I Made Suasmarajaya, memaparkan kinerja perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga awal 2026, outstanding loan Pegadaian Kanwil VII Denpasar telah mencapai sekitar Rp15,4 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, Pegadaian mengelola sekitar 1,4 juta nasabah di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Dari sisi bisnis, produk gadai masih mendominasi portofolio dengan kontribusi lebih dari 80 persen. Sementara itu, produk emas seperti cicilan emas dan tabungan emas terus menunjukkan pertumbuhan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang relatif stabil.
Pegadaian juga secara aktif mengembangkan layanan digital melalui aplikasi terbaru sebagai bagian dari transformasi menuju ekosistem keuangan berbasis teknologi. Melalui aplikasi Tring ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti menabung emas, mengajukan gadai, hingga pembiayaan secara praktis.
Selain fokus pada bisnis, Pegadaian turut menjalankan tanggung jawab sosial melalui berbagai program CSR berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial seperti bantuan panti asuhan dan konservasi alam.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap hubungan dengan media semakin erat dan mampu menciptakan kolaborasi yang positif. Dengan dukungan media, diharapkan informasi mengenai layanan keuangan dapat tersampaikan secara luas, sehingga mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta meminimalisir risiko penipuan dan praktik keuangan ilegal.
“Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan yang aman dan terpercaya,” tutup Edy.***



















