Kembangkan Budaya Lokal dengan Alih Wahana dari Cerita Rakyat ke Media Seni Rupa

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Roci Marciano

Nganjuk, Porosinformatif – Seniman-seniman muda yang tergabung dalam Perupa Muda Nganjuk menggelar pameran Seni Rupa sebagai upaya menumbuhkembangkan budaya lokal.

Acara yang dilaksanakan selama seminggu dari tanggal 22 hingga 29 Mei 2021 ini diikuti belasan perupa dari Nganjuk, Madiun, Surabaya, Sidoarjo, dan Tuban bertempat di Desa Candirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dengan mengangkat tema “Tunggak Tuwuh” yang berarti kehidupan yang berasal dari sesuatu yang dibabat/ditebang/dipotong (dimatikan) dengan segala daya dia tetap memberikan manfaat kebermanfaatan.

Seniman Agus R. Subagyo selaku Kurator sekaligus seorang petani asal daerah Nganjuk menuturkan, sebuah perspektif yang luar biasa dimiliki oleh anak-anak muda kreatif Nganjuk untuk perkembangan kesenian dan kebudayaan di Bumi Anjukladang.

“Pameran ini adalah salah satu upaya merevitalisasi dan konservasi folklor (cerita rakyat) Nganjuk karena semakin langkanya penutur folklor di Nganjuk,” ujarnya.

Menurutnya, dengan beralih media dari folklor ke media seni rupa, kesenian tradisional daerah masih bisa dinikmati dan mengenalkan Nganjuk ke seluruh Nusantara.

Sementara Lamijan salah satu penggagas acara mengatakan, pameran seni ini selain menjaga budaya lokal juga untuk membangun ekosistem keseniannya serta membongkar eklusivitas apresiasinya.

Alma Rosita alumnus Teater Gondo Arum SMKN 2 Nganjuk yang sekarang sedang menyelesaikan studi Seni Rupa di Unesa Surabaya adalah salah satu seniman yang ikut pameran.

Berbekal karya kontemporernya yaitu kanvas yang terendam banjir bulan Februari kemarin yang diberi judul “Jejak Kepulangan Sanak Pogalan”.(*)